Ebta Raka 2 Comments

DIY Alternatif Mensiasati Lampu LED Belakang Error

Cara yang pada prinsipnya sama dengan cara agan @Andre Lukmana (http://daihatsuceria.com/tips-dan-diy/diy-led-lampu-rem-belakang-error).
Hanya saja diode dipasang di dalam body lampu LED agar rapi dan kuat. (Kerugiannya, saat Anda perlu ganti LED, modif ini perlu dilakukan lagi ke LED penggantinya ☺)

Persiapan Alat dan Bahan:

1. Solder & Timah + Skill menyolder ☺
2. Optional: Solder sucker (penyedot timah panas)
3. Tang potong
4. Cutter/kikir/amplas
5. 4 butir Diode 1 ampere untuk 2 lampu LED (bisa Diode 1N4001,2,3,..7)
6. Anti karat semacam WD*40 atau yang lebih baik: Contact Cleaner

Langkah Kerja:

1. Tipiskan solderan untuk melepas sambungan PCB dengan fitting lampu (atau gunakan solder sucker: menurut saya cara menipiskan lebih praktis). Setelah tipis, potong lapisan solder dengan cutter untuk melepas.

2. Panaskan solderan di 2 kaki lampu sambil menarik PCB-nya supaya lepas. Besarkan lubang di kaki tersebut (dengan mata solder) agar nanti mudah dimasuki kembali.

3. Setelah terbuka, tandai kaki sehubungan dengan resistornya (jika tidak ditandai dan terbalik, nanti malah terbalik lampu malam Anda yang lebih terang, lampu rem redup).
Yang saya praktikkan, yang dapat resistor 150Ω saya gores “L” di body fittingnya.

4. Potong kaki diode secukupnya (muat dalam body fitting lampu), kikis kaki-kakinya dengan cutter/amplas/kikir agar bersih.
Kikis sampai terlihat warna tembaganya.
Pengalaman saya beli diode, kakinya selalu oksidasi → menyebabkan timah solder susah menempel.

5. Solderkan Diode secara seri dengan Resistor. Saya lebih suka Diode dulu yang menempel ke PCB, dengan 2 keuntungan berikut:
a. Kaki Diode lebih tebal, jadi kuat dan aman untuk memegang Resistor (tidak mudah lepas/goyang.
b. Kaki Resistor tipis, nantinya lebih mudah masuk lubang kaki-kaki fitting dibanding kaki Diode :]

Perhatikan:
a. tanda garis “silver” diode menghadap PCB semua. Kalau terbalik, LED Anda tidak menyala.
b. Solderan harus rapi, kuat (tandanya mengkilat seperti contoh saya ini ☺). Solderan yang tidak rapi dan kuat bisa memicu korslet > sekring putus.

6. Masukkan kaki resistor kembali ke kaki body fitting, ingat tanda-nya (langkah 3 di atas) agar tidak tertukar.

7. Solderkan kembali kedua kaki fitting dengan resistornya. Kemudian solderkan body fitting ke PCB. Kualitas solderan Anda juga harus rapi dan kuat, tandanya mengkilat seperti contoh saya :]
Solderan bagian kaki agak saya “pertebal” karena sering kejadian lampu mati hanya karena kontak yang menipis pada kaki-kaki ini.

8. Selesai, tinggal coba :]

TIPS:

1. Saya mencoba nyala lampu-lampu dengan mendirikan cermin (disangga tempat sampah saja) di belakang CERIA saya.
2. Sangat disarankan membersihkan (kikis dengan cutter/obeng) dan menyemprot kontak socket lampu dengan WD*40 atau Contact Cleaner untuk mencegah oksidasi/karat. Jika berkarat, kontak tidak bagus, lampu Anda “kadang-kadang” mati.

mm

Baru kesampaian memiliki Ceria di 30 Juli 2017. Kondisi 2nd murah-meriah, dengan beberapa PR yang perlu di-optimasi. Kesempatan untuk belajar bertahap, dan mencicil biaya perbaikan pelan-pelan, daripada kredit Mobil Baru melibatkan bank/leasing/rentenir = dosa riba :[ ☹ Wallahu musta’an

Andre Lukmana No Comments

DIY Pasang Flasher Sein LED

Bagi yang sudah ganti bohlam sein ke LED pasti bingung kan, kedipan lampu sein jadi ngaco. Kadang cepat kadang lambat. Hal ini wajar karena Flasher Sein bawaan Ceria merupakan Flasher konvesional yang di dalamnya ada kumparan, resistor, kapasitor, dan saklar magnetik yang pemutus dan penghubung arusnya menggunakan daya watt yang tertera di badan flasher itu sendiri. Jika salah satu lampu bohlam sein mati, pasti kedip jagi bego :). Apalagi jika bohlam diganti ke LED, tambah jadi kedip bego dia. Karena wattage dari LED yang sangat kecil tidak sesuai dengan spesifikasi watt flasher itu. Bego ini dalam arti bagus lho, karena menandakan flasher sein memberi ‘tanda bahaya’ bahwa ada lampu sein yang mati/lepas, dan harus segera diperbaiki.

Kelebihan Flasher Sein Standar:

– Lebih awet dan tahan lama
– Tahan air

Kekurangan Flasher Sein Standar:

– Kedipan hanya sesuai dengan beban lampu yang tertera di Flasher Sein itu sendiri
– Jika salah satu lampu putus, kedipan jadi ngaco
– Bobot lebih berat

Agar sein LED berjalan normal, flasher sein harus disesuaikan. Diganti dengan Flasher Sein model LED. Flasher Sein LED tidak lagi menggunakan kumparan dan saklar magnetik sebagai pemutus dan penghubung arus, tetapi sudah menggunakan rangkaian komponen elektronik yang ditanam pada papan PCB. Jadi berapapun watt lampu yang dipasang, tidak mempengaruhi kedipan sein.

Kelebihan Flasher Sein LED :

– Bobot lebih ringan
– Kedipan selalu tetap, mau diberi LED berapa watt pun dia selalu tetap kedipannya(sesuai model kedipan di badan Flasher LED itu sendiri). Standar kedip pabrikan adalah 85 c/m atau 85 kali kedipan per menit. Di pasaran ada beberapa model kedipan 85 c/m, 90 c/m, 120 c/m, dll.
– Di beberapa Flasher Sein biasanya ada komponen potensio mini untuk mengatur waktu kedipan, bisa diset cepat atau lambat tergantung selera.

Kekurangan Flasher Sein LED :

– Mudah rusak jika beli yang murahan
– Mudah rusak jika terkena air

Tahapan:

– Cuma copot Flasher sein lama dengan Flasher Sein LED

– Selesai

Semoga bermanfaat

CCI-495 / Ceria Bulat Hitam 2004

Hanya sekedar berbagi pengalaman dengan sesama pengguna Ceria.

Silakan bertanya, kita ANTI mem-bully atau menggurui 🙂

Andre Lukmana No Comments

Mengenal Lampu-lampu di Ceria

Lampu Besar

Lampu besar atau headlamp memiliki manfaat yang sangat besar untuk menunjang keselamatan dalam mengendarai mobil terutama saat malam hari atau cuaca yang kurang bersahabat. Headlamp menggunakan lampu standar halogen kuning dari pabrikan. Lampu headlamp di Ceria pada dasarnya sama dengan lampu mobil lain pada umumnya. H4 adalah kode tipe lampu untuk penamaan lampu besar.

Lampu Headlamp di Ceria

Lampu H4 mempunyai 3 kaki dengan 2 mode lampu yaitu lampu jauh (Hi-beam) dan lampu dekat (Lo-beam). Untuk ukuran standar, satu buah lampu halogen biasanya mempunyai kapasitas 55/60 Watt. Kapasitas watt ini juga sama terpasang di Ceria.

Kaki-kaki lampu H4

 

Lampu Sein Depan

Bohlam lampu sein depan ceria mempunyai kode lampu PY21W. Kode PY21W masuk dalam dudukan fitting atau cap base BAU15S dan kode 21W adalah untuk kapasitas wattage nya. BAU15S juga mempunyai 2 dot kaki yang tidak tegak lurus 180°

Lampu sein depan Ceria

PY21W pada lampu bohlam lampu sein

Dot kaki tidak lurus, agak menyerong

Tipe BAU15S

Lampu Sein Samping

Lampu sein samping Ceria menggunakan fitting lampu T10 atau kategori W5W. Model lampu ini adalah tancap dengan 2 sisi kaki (+) dan (-). Adapun kapasitas watt untuk lampu sein samping Ceria adalah 5 watt.

Lampu sein samping Ceria

Lampu T10

Lampu Sein Belakang

Lampu sein bagian belakang Ceria mempunyai spesifikasi yang sama dengan lampu sein depan yaitu BAU15S.

Lampu sein belakang Ceria

Lampu Stop Belakang

Lampu stop atau stoplamp Ceria mempunyai kode BAY15D atau lebih dikenal lampu 1157. BAY15D mempunyai 2 mode lampu yaitu lampu stop senja(kota) dan lampu stop rem. Kapasitas bohlam bawaan lampu stop belakang Ceria adalah 21/5 watt (21 watt untuk lampu stop rem dan 5 watt untuk lampu stop senja). Bohlam ini mempunyai 2 buah kontak dan dot kaki 180° dengan beda tinggi.

Lampu stoplamp Ceria

Kode lampu BAY15D

Lampu Senja Depan

Lampu senja depan Ceria menggunakan fitting lampu T10 sama seperti lampu sein samping. Kapasitas lampu senja depan Ceria adalah 5 watt.

Lampu senja(kota) depan Ceria

Lampu Mundur

Lampu mundur Ceria menggunakan fitting sama dengan lampu senja depan yaitu T10. Yang membedakan hanya watt nya saja, untuk lampu mundur menggunakan 21 watt.

Posisi lampu mundur di Ceria

Lampu Ruangan

Lampu ruangan Ceria menggunakan jenis bohlam tabung. Bohlam ini lebih dikenal dengan nama keren “festoon”. Kategori kode fitting bohlam ini adalah C5W. Adapun kapasitas watt standar bawaan Ceria adalah 5 watt.

Lampu kabin atau ruangan di Ceria Bulat

Lampu ruangan/kabin Ceria (credit to: Om Untung CCI 🙂 )

Bohlam C5W atau Festoon

Lampu Plat Nomor

Lampu plat nomor Ceria menggunakan fitting sama dengan lampu ruangan yaitu festoon dengan kapasitas 5 watt.

2 Lampu plat nomor Ceria

Lampu plat nomor Ceria

Lampu Stop High-mounted

Lampu stop high-mounted posisinya ada di kaca atas belakang Ceria. Bohlam yang digunakan adalah kode R10W atau BA15S. Di pasaran lampu ini dikenal dengan nama lampu 1156. Kapasitas lampu ini di Ceria adalah 21 watt.

Lampu Stop High-mounted

Bohlam BA15S atau 1156

Bohlam Ceria R10W atau BAS15S

Dot kaki model 180 derajat.

Lampu Speedometer

Lampu-lampu di speedometer Ceria menggunakan lampu tipe T5 B8.5D. Bohlam ini mempunyai kapasitas watt 1.2 watt. Lampu ini sangat jarang sekali di pasaran. Tetapi model LED masih dapat dijumpai di beberapa toko online.

Bohlam T5 B8.5D di Speedometer Ceria

Bohlam Speedometer T5 B8.5D

Bohlam T5 B8.5D dari Phillips

T5 B8.5D model LED

Semoga bermanfaat.

CCI-495 / Ceria Bulat Hitam 2004

Hanya sekedar berbagi pengalaman dengan sesama pengguna Ceria.

Silakan bertanya, kita ANTI mem-bully atau menggurui 🙂