Ebta Raka No Comments

DIY Memperbaiki Pemantik Api yang Mati

Membeli mobil yang “berumur” memiliki beberapa kekurangan, di antaranya adalah part-part yang “menua”. Pada bagian kelistrikan, biasanya hanya kerusakan sederhana di bagian koneksi, yaitu koneksi longgar, berkarat/oksidasi, atau kabel yang keropos (oleh terpaan panas, kelembaban).

Tutorial berikut adalah contoh perbaikan pemantik api yang mati. Efeknya, USB Charger yang ditancapkan ke pemantik pun tidak mau menyala:

Persiapan Alat dan Bahan:

1. Multimeter (Voltmeter dan Ohmmeter)
2. Tang
3. Cutter/kikir
4. Contact Cleaner atau anti karat semprot semacam WD*40

Langkah Perbaikan:

1. Ukur tegangan pada terminal (+) dan (-) pemantik dengan voltmeter. Normalnya di atas 12V.


a. Jika 0V, kemungkinan ada perkabelan atau koneksi yang lepas. Ukur hambatan antara kedua terminal tersebut. Hambatan harus di atas 100 K Ohms, atau oL (no connection, tidak boleh korslet/short circuit). Jika korslet, cari letak “persambungan liar yang menyebabkan korslet” dan putuskan, kemudian ganti sekringnya setelah persambungan liar (korslet) diputus.

b. Jika kurang dari 12V, kemungkinan karena karat (oksidasi) pada terminal sambungan. Contoh yang saya miliki hanyalah 9V yang tidak cukup untuk menyalakan charger USB.

2. Cabut dan ukur tegangan pada konektor di belakang pemantik. Jika > 12V, berarti tegangan hingga konektor tersebut baik. Letak kerusakan adalah pada pemantik setelah konektor.

3. Lepaskan panel cover tempat pemantik dengan mencabutnya lurus ke depan:

4. Ukur sambungan terminal:

a. Ukur sambungan terminal (-) ke body pemantik dengan Ohmmeter. Hambatannya harus kurang dari 3 Ohms.

b. Ukur sambungan terminal (+) ke sekrup (terminal) tengah pemantik dengan Ohmmeter. Hambatannya harus kurang dari 3 Ohms.

c. Jika ada dari terminal di atas hambatan tinggi, berarti “kerusakan” ada di terminal tersebut. Contoh pada kasus saya hambatan dari terminal (+) ke sekrup tengah berubah-ubah antara 17 ~ 150 Ohms. Ini artinya ada koneksi yang kurang bagus.

d. Lacak tiap sambungan dengan Ohmmeter, di mana letak hambatan bermasalahnya:

5. Setelah ditemukan letak hambatan besar, perbaiki koneksi di tempat tersebut dengan cara: buka, kerik permukaan kontak logamnya dengan cutter atau kikir dari karat/oksidasi.

6. Kencangkan kembali dengan tang

7. Semprotkan Contact Cleaner/anti karat WD*40 untuk mencegah karat timbul kembali. Tidak perlu dilap.

8. Ukur lagi hambatan pada lokasi “terdakwa” untuk memastikan sudah di bawah 3 Ohm.

9. Ukur juga hambatan antara (+) dan (-). Tidak boleh ada korslet/short circuit (hambatan harus di atas 100 Kilo Ohms, atau oL (no connection)).

10. Pasang kembali, periksa fungsi:

Semoga bermanfaat

mm

Baru kesampaian memiliki Ceria di 30 Juli 2017. Kondisi 2nd murah-meriah, dengan beberapa PR yang perlu di-optimasi. Kesempatan untuk belajar bertahap, dan mencicil biaya perbaikan pelan-pelan, daripada kredit Mobil Baru melibatkan bank/leasing/rentenir = dosa riba :[ ☹ Wallahu musta’an

Andre Lukmana No Comments

DIY Gear Oblak Ceria

Bila pernah mengalami kejadian gear persneling tiba-tiba letoy alias oblak, jangan buru-buru menvonis kabel persnelingnya. Bisa jadi yang terjadi hanyalah copotnya plasting bushing di gear bawahnya. Mending dibuka agar ketahuan masalahnya

Tahapan:

– Buka dulu gear knobnya dengan memutar berlawanan jarum jam atau ke kiri

– Sebelum box gearnya, biar leluasa disarankan untuk membuka salah satu kursi depan, boleh yang kiri atau kanan

Buka jok kursi depan dahulu

– Buka box gearnya dengan membuka 2 mur dan 2 klip tekan

Buka klip tekan

Buka bos gear dengan menarik ke atas

– Setelah box gear nya terlepas silakan inspeksi masalahnya

– Di Ceria penulis, ditemui biang kerok nya adalah bushing plastik yang terlepas dari dudukannya. Masukin lagi…dan beres

si biang kerok

Bushing masukkan lagi…klik..dan beres

– Sebelumnya box gear ditutup alangkah baiknya untuk melumasi ulang dengan gemuk atau grease.

– Selesai

CCI-495 / Ceria Bulat Hitam 2004

Hanya sekedar berbagi pengalaman dengan sesama pengguna Ceria.

Silakan bertanya, kita ANTI mem-bully atau menggurui 🙂

Andre Lukmana No Comments

DIY Tombol Klakson Ceria Bulat

Ceria lampu bulat mempunyai desain tombol klakson yang sangat unik, tombol klakson tersebut bukan di tengah-tengah kemudi, melainkan di kiri dan kanan kemudi. Saking uniknya tombol klakson ini, jika tombolnya rusak, susah sekali mencari yang original. Persamaannya pun tidak ditemui di pasaran. Tombol Klakson dari Ceria lampu kotak puan tidak akan bisa dipasang di Ceria lampu bulat.

Switch klakson cerbul sudah rusak

Untuk itu DIY kali ini akan membahas cara mangganti tombol klakson dengan mudah dan murah meriah.

Bahan:
– Switch reset komputer
– Isolasi listrik
– Gunting
– Obeng
– Lem silikon bakar

Tahap Pengerjaan:
– Buka tutup stir dengan cara membuka mur di bawah stir.
– Ambil tombol klakson yang ada di sisi dan kanan, dan gunting kabel-kabelnya.
– Buka tombol klakson Ceria lampu bulat dengan cara membuka rumahnya.
– Yang akan kita pakai adalah rumah tombol klaksonnya, untuk itu copot bagian yang lain, karena kita tidak kita pakai.
– Siapkan switch reset komputer, pasang di tengah-tengah rumah klakson. Sekelilingnya diberi lem bakar.
– Klakson siap dipasang di stir untuk diuji coba
– Jika switch tersebut terlalu sensitif, potong sedikit ujung switch komputernya.
– Selesai

CCI-495 / Ceria Bulat Hitam 2004

Hanya sekedar berbagi pengalaman dengan sesama pengguna Ceria.

Silakan bertanya, kita ANTI mem-bully atau menggurui 🙂