Ebta Raka No Comments

Memasang Custom Filter Kabin/Eksternal AC

MEMASANG CUSTOM FILTER KABIN/EKSTERNAL AC

(Menghindari Biaya Bongkar Evaporator Kotor dan Isi Ulang Freon)

 

 

Daihatsu Ceria dan mobil-mobil lain yang diproduksi sebelum tahun 2000 umumnya tidak dilengkapi filter kabin. Akibatnya, evaporator menangkap sangat banyak kotoran berakumulasi yang menyebabkan AC menjadi bau dan kurang dingin (pendinginan oleh sirip-sirip evaporator menjadi tidak maksimal). Akibatnya diperlukan biaya lumayan untuk membongkar & membersihkan evaporator, diikuti vacuum, isi ulang  freon dan oli AC. Biaya dan kerepotan ini bisa dicegah, kalau kotoran sudah ditangkap dulu oleh tambahan filter :]

Credit to: om @Riskan Anselmo (CCI) dan om @Pak Qotir Hmid (CCI) atas inspirasi dari postingnya, tentang custom filter kabin dan external. Untuk tutorial ini memodifikasi dari posting fb.cci beliau, improve ukuran dan kerapatan agar filter 100% efektif.

Sebelum menambah custom filter, bersihkan dulu evaporator AC Mobil Ceria Anda. Caranya bisa dilihat di tutorial http://daihatsuceria.com/tips-dan-diy/diy-membersihkan-evaporator-agar-ac-kembali-dingin-dan-tidak-bau/

Harga filter (memakai filter kabin AYLA/AGYA) di bukalapak.cOm/tok*ped:

  • Bahan elemen kertas (putih): Rp 21,000 (merk SAKURA tipe CA-11330), Rp23,000 (Denso, Astra)
  • Bahan campur karbon (kelabu): Rp 65,000 (Denso, Sakura). kelebihan: menyaring bau dan polusi/racun.
  • Bahan fragrant (hijau): Rp 140,000 (Sakura, dll). kelebihan: semua yang di atas, tambah pewangi yang aman untuk AC.

 

Bandingkan biaya cuci evaporator, vacuum, isi freon & oli AC: sekitar Rp 250,000 – 300,000. Bahkan Anda bisa mendapat bonus saringan POLUSI! (Jika memakai tipe karbon).

 

 

Persiapan Alat dan Bahan

  1. Cabin Air Filter (Astra/Denso/Sakura). Ukuran paling kecil yang ada di pasaran sekitar 17cm x 17cm x 2cm, untuk Ayla/Agya.
  2. Beberapa lembar sponge (spons)
  3. Container plastik yang ukurannya paling mendekati dengan papan saluran intake kabin evaporator 12cm x 14cm. Tebal optimal 2.5cm – 3cm.

(Setelah berhari-hari mencari di toko-toko perabot, saya akhirnya memilih merk Lion*Star. Masih terlalu tebal sebenarnya, tapi tidak ketemu yang lebih cocok.)

Tadinya hendak membuat custom dari aluminium/logam. Tapi setelah ditimbang-timbang, agar tidak membahayakan keselamatan nyawa penumpang saya memilih plastik.

4. Double tape biasa (kertas)

5. Double tape Heavy duty (biasa perekatnya tebal, atau dilengkapi sponge) – dari toko bangunan/hardware (saya beli di toko serba 8,000 😀 )

6. Gunting

7. Paku, kompor, tang (untuk membuat lubang di plastik)

8. Lempengan plastik bekas cover CD/DVD (jika perlu saja, lihat Langkah #14)

 

 

Langkah Pembuatan

  1. Gunting filter (untuk intake eksternal) sekitar 16cm x 13cm. lebih lebar tidak masalah.
  2. Kendorkan rumah evaporator: Lepas mur no. 1,2 dan 3. Tidak perlu melepas rumah terlalu jauh, kita hanya perlu menarik ke bawah sekitar 2.5cm untuk menyisipkan filter.
  1. Sisipkan filter dengan rapi ke antara 2 lubang kotak rumah evaporator dengan atasnya (dinding kap). Pastikan tidak ada yang “tersangkut” atau “terbuka” agar filter efektif menangkap semua kotoran. Kencangkan kembali semua sekrup 1, 2, 3.

Catatan: Anda bisa improve dengan menambahkan kisi kawat baja, agar tidak ada kemungkinan tikus dan kecoa menyelinap ;D .

 

  1. Tes aliran AC Anda: angin harus lancar mengalir saat setting angin luar. Jika tidak, betulkan filter Anda, mungkin terlipat

 

Filter Kabin:

  1. Rencanakan posisi container/housing filter kabin Anda. Kontainer saya terlalu tebal, akibatnya ia kebetulan sesak di daerah sudut kabin. Jadi kontainer saya tidak saya rekatkan dengan heavy duty double tape (sementara sambil diawasi). Saya mengandalkan sesaknya himpitan sudut kabin yang kebetulan sekaligus memegang erat sang kontainer tebal.
  2. Gunting filter sesuai ukuran container. Usahakan bagian tepi keras filter tetap dipakai tanpa digunting. Bagian ini membantu filter berdiri tegak (saat nanti ditekan spons segel/seal)
  3. Gunting spon untuk segel tepi bawah (bentuk bingkai filter).
  1. Rekatkan dengan double sided tape kertas (hanya merekatkan spons, tidak perlu yang heavy duty)
  2. Lubangi bawah kontainer dengan kepala paku panas (saya pakai kompor, pegang ujung paku dengan tang, panaskan 5 detik dan tusukkan kepala paku ke kontainer).

Catatan:

  1. Kalau Anda mau, boleh juga buat lubang kotak besar seperti original lubang intake kabin. Tapi menurut saya ini “bahaya”: bisa dimasuki kecoa, cicak, tikus, jari anak yang merusak!
  2. Bisa juga Anda lubangi dengan bor. Tapi cara melelehkan lebih kuat, karena plastiknya menebal di tepi lelehan, tidak mudah pecah (kalau bor, menurut pengalaman saya mudah pecah hasil lubangnya, dan ternyata malah bergerigi kurang rapi (karena plastiknya tipis)).

 

  1. Tumpangkan filter di atas spons
  2. Tutup dengan spons yang sudah dilubang tengahnya (bagian pinggir yang ada spons-nya berguna mengkompres/menekan/menyegel filter agar tidak ada kebocoran dari samping). Angin akan lebih memilih lewat tengah filter yang rongganya jarang daripada spons yang tertekan/berongga padat. Syaratnya: spons lebih tebal dari bibir kontainer, jadi benar-benar terkompresi.
  1. Kalau container Anda cukup tipis, bisa masuk sudut kabin: pasang tutup container dan lubangi seperti bagian bawahnya dengan kepala paku panas juga.
  2. Ada bagian yang tidak bisa terjangkau container karena ketebalannya, jadi saya tutup/segel saja dengan lempengan plastik dan double sided tape. Lempengan plastik saya gergaji dari bekas cover CD/DVD.
  3. Rekatkan sponge dengan double sided tape kertas untuk menyegel sisi samping kontainer.
  4. Rekatkan bagian tutup kontainer dengan heavy duty double sided tape, atau untuk container yang terlalu tebal: himpitkan saja kontainer ke intake kabin.
  5. Uji nyalakan angin, pastikan angin lancar keluar saat posisi intake kabin. Jika tidak: periksa filter Anda, mungkin ada yang terlipat/tertutup.
  1. Pastikan, rasakan tidak boleh ada angin yang bocor dari tepi-tepi kontainer. Angin hanya boleh lewat lubang bawah saja!
  1. Periksa kebersihan kedua filter setiap 6 bulan sekali, atau kapan pun dirasa/terlihat kotor. Kondisi lingkungan yang berdebu/bertanah mungkin akan memerlukan pemeriksaan lebih sering.
  2. Selesai improvement tambahan custom filter Ceria :]

Salam Ceria, Tetap Ceria  ;]

 

 

mm

Baru kesampaian memiliki Ceria di 30 Juli 2017. Kondisi 2nd murah-meriah, dengan beberapa PR yang perlu di-optimasi. Kesempatan untuk belajar bertahap, dan mencicil biaya perbaikan pelan-pelan, daripada kredit Mobil Baru melibatkan bank/leasing/rentenir = dosa riba :[ ☹ Wallahu musta’an

Ebta Raka 4 Comments

DIY Membersihkan Evaporator Agar AC Kembali Dingin dan Tidak Bau

Credit to: om @Rico Budiono (CCI) atas bimbingannya, dan om @Arnold Jonathan (CCI) atas beberapa tulisannya menyangkut freon dan oli yang sangat berguna saya pelajari. Juga untuk om @Tommy A. Siregar (CCI), untuk pencerahan masalah vacuum. Terima kasih untuk para expert tersebut. Juga terima kasih ke para member grup CCI yang telah menyemangati :]

Satu “kekurangan” bawaan Daihatsu Ceria dan keumuman mobil lain di bawah tahun 2000 adalah ketiadaan “filter kabin” dan “filter intake angin external”. Akibat yang terjadi, evaporator super kotor. Untuk membersihkannya “terpaksa” harus membuka pipa freon. Ongkos vacum, isi kembali freon + oli pun menanti (di Pulau Batam ongkos yang saya bayar Rp 200,000). Sistem AC adalah “siklus tertutup” (closed loop cycle). Jika tidak ada kebocoran & pembongkaran sama sekali, kita tidak akan pernah perlu isi ulang freon seumur hidup mobil.

Jika ada filter tersebut, evaporator tidak sampai kotor. Jadi tidak perlu isi ulang freon + oli (kalau memang 100% tidak ada kebocoran ya ☺).

Beberapa mobil model baru telah dilengkapi filter kabin yang sekaligus memfilter angin external juga, karena tempatnya di pertemuan kedua saluran angin tersebut. Di Daihatsu Ceria, saya telah mencoba “mencari tempat yang optimal” agar butuh satu filter saja untuk kedua jalur tersebut, tapi sayangnya ruangan rumah evaporator terlalu sempit. Tempat tersebut tidak muat walaupun hanya “disisipkan” 1 filter “paling tipis” yang tebalnya sekitar 2cm. Saat switch intake angin diayun, filter tertabrak :] . kecuali Anda siap modif besar-besaran rumah evaporator tersebut :]

→ saya terus terang belum siap modifikasi terlalu ekstrim 😀 mengubah part bawaan.

Tutorial ini hanya mencakup membersihkan evaporator. Untuk pembuatan custom filter kabin dan external agar evaporator tidak kotor, nantikan tutorial berikutnya ya ☺

Persiapan Alat dan Bahan:

1. Kopi yang ueenaak tenann [es kopi lebih seru karena body bakal penuh peluh :]
2. Kunci sok 10mm (hex socket 10mm) yang sangat panjang (> 20 cm)
3. Set lengkap kunci pas
4. Plastik dan karet untuk menyumbat 3 pipa evaporator
5. Cairan Pembersih (Alkohol/Bensin/air keran kencang)
6. Ember bak cuci
7. Kuas dan sikat gigi bekas yang keras (jangan yang soft)
8. Kantong penampung semburan freon dan oli
9. Obeng minus lebar
10. Obeng minus kecil
11. Obeng plus besar panjang (>10cm)

Langkah Perawatan

1. Kalau ada thermometer, ukur dulu suhu yang keluar dari lubang AC (saya memakai thermometer aquarium yang saya punya)

2. Siapkan kantong plastik penampung semburan freon AC + oli untuk langkah 2.

3. Buka 2 pipa AC yang keluar dari dashboard dengan sepasang kunci pas: satu untuk menahan di bagian dinding dashboard (dari evaporator), satu untuk melepas (putar ke kiri). Segera tampung freon + oli agar tidak mengotori area lain.

4. Ungkit/lepas karet bushing pipa dengan obeng minus yang lebar. Jangan gunakan obeng kecil/runcing karena bisa merusak karet bushing.

5. Buka laci dashboard dengan menekan bagian kiri atas ke arah kanan untuk melepas kaitnya, kemudian tarik kunci kiri bawahnya ke bawah

6. Buka 2 baut dan 1 mur dengan kunci sok

7. Tarik rumah untuk melepas dari bautnya nomer 1 di gambar tadi.

8. Tarik rumah evaporator bagian kanan (untuk melepas joinan dengan rumah blower) ke kiri 2cm (posisi join di dekat baut #2)

9. Tarik untuk melepas rumah di sekitar baut #2 ke arah depan (arah Anda) untuk melepas pipa-pipa yang menancap dinding ruang mesin. Tarikan kurang lebih 5 cm: hingga semua pipa lepas dari dinding.

(Catatan:
CERIA BULAT: lepas sekrup dashboard kiri dalam dan lepas sekrup accessories/tape untuk mempermudah proses menarik evaporator ini. Kalau sekrup dashboard dan tape lepas, dashboard bisa “didorong melenting ke depan” sehingga tidak menghalangi gerakan evaporator. Cara membuka sekrup dashboard ada di sini: http://daihatsuceria.com/tips-dan-diy/diy-memperbaiki-aliran-ac/

CERIA KOTAK: tidak perlu buka sekrup dashboard dan tape :]

10. Lepas konektor-konektor kabel AC. Buka sekrup & kabel klep intake, Tarik seluruh rumah evaporator ke bawah dashboard untuk mengeluarkan

11. Ungkit/buka 5 klip baja rumah evaporator dengan obeng minus kecil dan buka 4 sekrup dengan obeng plus panjang besar

12. Angkat evaporator. Sumbat/segel pipa-pipa (lingkaran merah di gambar atas) dengan plastik & karet (atau semacamnya) agar tidak dimasuki aneka kotoran dan cairan pembersih selama proses pembersihan.

13. Mulai langkah utama: bersihkan dengan kuas, sikat, dan Cairan Pembersih (Alkohol/Bensin/air keran kencang) yang tidak merusak pipa pipih aluminium!

Catatan:
a. Blok circuit kontrol elektronik tidak boleh basah kena air (kalau saya, saya lepas dulu PCB-nya). Kalau terlanjur basah, segera keringkan :]


b. Pipa pipih evaporator tidak boleh menjadi bocor karena aktifitas pembersihan!
c. Kisi-kisi evaporator sebaiknya tetap di bentuk semula. Jika terdorong karena sikat/pembersihan, setelah selesai cuci: dorong semua kembali agar hisapan angin tidak terganggu (bisa memakai obeng minus kecil).
d. Cuci bersih dan bilas. Saya menggunakan ember bak, bensin pertalite (bebas timbal)+kuas+sikat dan air keran kencang untuk proses pencucian.

14. Sekalian juga bersihkan rumah evaporator.

15. Bersihkan juga debu area dekat intake kabin dengan tisu/kain lembab, karena daerah sini yang dihisap :]

16. Kembalikan semua seperti semula :]

17. Datangi spesialis AC, minta:
a. vacuum,
b. isi freon (tipe R134 yang tidak merusak ozon),
c. isi oli,
d. periksa kebocoran (tekanan)
e. periksa suhu

18. Selesai. Bandingkan suhu kedinginan AC Anda sebelum dan sesudah pembersihan evaporator :]

Nantikan juga tutorial memasang custom filter kabin AC dan filter external AC :]

Salam Ceria, Tetap Ceria ;]

mm

Baru kesampaian memiliki Ceria di 30 Juli 2017. Kondisi 2nd murah-meriah, dengan beberapa PR yang perlu di-optimasi. Kesempatan untuk belajar bertahap, dan mencicil biaya perbaikan pelan-pelan, daripada kredit Mobil Baru melibatkan bank/leasing/rentenir = dosa riba :[ ☹ Wallahu musta’an

Andre Lukmana No Comments

DIY Custom Dudukan Aki Ceria

DIY ringan kali ini adalah membahas dudukan aki 🙂

Dikarenakan aki mobil Ceria Penulis sudah mulai soak, alhasil mobil susah distarter dan kemarin sempet di-charge di tukang aki. 3 hari dipakai tidak bisa distarter lagi. Memang sudah umurnya. Sudah 2 tahun aki tersebut setia menemani.

Karena aki yang Penulis beli berukuran lebih besar NS60ZL (ukuran standarnya NS40ZL), maka sudah dipastikan aki tidak akan muat di dudukan aki karena ukuran aki baru ini lebih panjang. Untuk itu dudukan aki harus ikut dirubah. Berikut tahapannya.

Perbandingan Aki standar NS40ZL (kiri) dan Aki NS60ZL (kanan)

Aki NS40ZL dan NS60ZL berbeda panjangnya saja. Untuk Lebar dan tinggi sama

Tahapan:

– Buka baut (-) dan baut (+).

– Buka jepitan aki dengan dengan kunci 10.

– Angkat aki.

– Pada dudukan aki, ada 3 baut 10. Buka juga dengan kunci 10

3 baut dudukan aki

– Angkat dudukan aki, dan bawa ke tukang las untuk dimodif. Dudukan dirubah dengan menambahkan space sesuai ukuran aki NS60ZL (biaya potong dan las sekitar 15-20 ribuan)

Dudukan aki ukuran standar aki Ceria

Bagian ini yang akan dimodif. Dipotong dan ditambah panjangnya

Dudukan aki hasil modif. Ukuran lebih panjang dari dudukan aki standar

– Pasang kembali dudukan aki. Dan pasang aki yang baru. jangan lupa jepit dengan jepitan akinya juga

Terpasang dengan 3 baut. Disarankan diganti bautnya juga karena biasanya baut di dudukan aki sudah berkarat.

– Hubungkan baut (-) dan baut (+).

– Selesai

Semoga bermanfaat

CCI-495 / Ceria Bulat Hitam 2004

Hanya sekedar berbagi pengalaman dengan sesama pengguna Ceria.

Silakan bertanya, kita ANTI mem-bully atau menggurui 🙂

Andre Lukmana 2 Comments

DIY Custom Oil Catch Tank(OCT) Ceria

Berikut adalah DIY lanjutan dari DIY Custom Open Filter-PART 1 dan DIY Custom Open Filter-PART 2. DIY kali ini Penulis mencoba membuat Custom Oil Catch Tank untuk menampung oli kotor yang biasanya keluar dari selang hawa yang menancap di filter udara. Oil Catch Tank (OCT) dibuat secara custom dengan bahan yang sederhana dan tentunya murah daripada beli OCT merk D1 Spec atau Greedy :). Prinsip OCT ini adalah agar oli yang keluar dari selang hawa, masuk ke lubang atas tabung OCT, dan dengan bantuan gaya gravitasi, oli akan tertampung ke bagian bawah dalam tabungnya. Sedangkan untuk pernafasannya, di bagian atas tabung OCT juga ditambahkan Filter udara agar hisapan udara lebih bersih.

Alat dan Bahan:

– Tabung OCT nya dari Tabung Hawa Motor(panulis pake merk Barra), harga Rp 35.000
– Klem Knalpot motor, harga Rp 10.000
– Selang Buntu (2 buah), harga @Rp 5.000
– Filter udara motor Injeksi (inlet 12mm), harga Rp 30.000
– Klem selang kecil (4 buah), harga @Rp 2.000
– Mur Baut 10, 3 buah
– Selang perpajangan, Penulis pakai selang Honda Jazz i-vtec(selang ini Penulis pilih karena panjang dan lekukan-nya pas), harga Rp 25.000
– Pipa pendek (dari bekas handle jendela aluminium)
– Bor dan mata bor

Tahapan:

– Tabung OCT yang Penulis gunakan adalah tabung hawa motor merk Barra. Tabung ini terbuat dari alumium yang mempunyai 4 lubang, 2 di atas dan 2 di bawah.

– 2 lubang yang berada di atas akan digunakan untuk Filter Udara dan Inlet dari selang hawa. 2 lubang di bawah akan digunakan untuk lubang pembuangan oli kotor jika sudah penuh, 2 lubang ini akan ditutup dengan selang buntu.

Tabung Hawa Motor Barra, 4 lubang bisa dicopot2

Selang buntu dipasang di bawah tabung OCT

– Klem knalpot digunakan untuk bracket/pegangan tabung hawa motor.


– Setelah tabung OCT dirakit, tentukan posisi yang tepat untuk penempatannya. Menurut Penulis, posisi yang tepat adalah di Pipa aluminium dari kompresor AC yang berada di depan tabung air wiper.

Tabung OCT setelah dirakit

– Jepit tabung OCT dengan bracket klem knalpot dengan mur baut 10

– Pada selang hawa yang lowong tadi, tambahkan pipa pendek agar bisa disambung dengan selang yang akan disalurkan ke tabung OCT. Jangan lupa kencangkan dengan klem selang.

Pipa pendek dari bekas handle jendela aluminium

Pipa pendek dipasang diantara 2 selang

Pipa dan selang dikencangkan dengan klem selang

– Selang perpanjangan tadi, pasang di tabung OCT bagian atas.

Selang extension/perpanjangan dari Honda Jazz i-vtech

Selang extension setelah terpasang. Penulis cukup beruntung, karena lekukan selang dan panjang selang pas sekali.

Selang jangan lupa diklem

– Selesai

Semoga bermanfaat.

CCI-495 / Ceria Bulat Hitam 2004

Hanya sekedar berbagi pengalaman dengan sesama pengguna Ceria.

Silakan bertanya, kita ANTI mem-bully atau menggurui 🙂

Ebta Raka 2 Comments

DIY Alternatif Mensiasati Lampu LED Belakang Error

Cara yang pada prinsipnya sama dengan cara agan @Andre Lukmana (http://daihatsuceria.com/tips-dan-diy/diy-led-lampu-rem-belakang-error).
Hanya saja diode dipasang di dalam body lampu LED agar rapi dan kuat. (Kerugiannya, saat Anda perlu ganti LED, modif ini perlu dilakukan lagi ke LED penggantinya ☺)

Persiapan Alat dan Bahan:

1. Solder & Timah + Skill menyolder ☺
2. Optional: Solder sucker (penyedot timah panas)
3. Tang potong
4. Cutter/kikir/amplas
5. 4 butir Diode 1 ampere untuk 2 lampu LED (bisa Diode 1N4001,2,3,..7)
6. Anti karat semacam WD*40 atau yang lebih baik: Contact Cleaner

Langkah Kerja:

1. Tipiskan solderan untuk melepas sambungan PCB dengan fitting lampu (atau gunakan solder sucker: menurut saya cara menipiskan lebih praktis). Setelah tipis, potong lapisan solder dengan cutter untuk melepas.

2. Panaskan solderan di 2 kaki lampu sambil menarik PCB-nya supaya lepas. Besarkan lubang di kaki tersebut (dengan mata solder) agar nanti mudah dimasuki kembali.

3. Setelah terbuka, tandai kaki sehubungan dengan resistornya (jika tidak ditandai dan terbalik, nanti malah terbalik lampu malam Anda yang lebih terang, lampu rem redup).
Yang saya praktikkan, yang dapat resistor 150Ω saya gores “L” di body fittingnya.

4. Potong kaki diode secukupnya (muat dalam body fitting lampu), kikis kaki-kakinya dengan cutter/amplas/kikir agar bersih.
Kikis sampai terlihat warna tembaganya.
Pengalaman saya beli diode, kakinya selalu oksidasi → menyebabkan timah solder susah menempel.

5. Solderkan Diode secara seri dengan Resistor. Saya lebih suka Diode dulu yang menempel ke PCB, dengan 2 keuntungan berikut:
a. Kaki Diode lebih tebal, jadi kuat dan aman untuk memegang Resistor (tidak mudah lepas/goyang.
b. Kaki Resistor tipis, nantinya lebih mudah masuk lubang kaki-kaki fitting dibanding kaki Diode :]

Perhatikan:
a. tanda garis “silver” diode menghadap PCB semua. Kalau terbalik, LED Anda tidak menyala.
b. Solderan harus rapi, kuat (tandanya mengkilat seperti contoh saya ini ☺). Solderan yang tidak rapi dan kuat bisa memicu korslet > sekring putus.

6. Masukkan kaki resistor kembali ke kaki body fitting, ingat tanda-nya (langkah 3 di atas) agar tidak tertukar.

7. Solderkan kembali kedua kaki fitting dengan resistornya. Kemudian solderkan body fitting ke PCB. Kualitas solderan Anda juga harus rapi dan kuat, tandanya mengkilat seperti contoh saya :]
Solderan bagian kaki agak saya “pertebal” karena sering kejadian lampu mati hanya karena kontak yang menipis pada kaki-kaki ini.

8. Selesai, tinggal coba :]

TIPS:

1. Saya mencoba nyala lampu-lampu dengan mendirikan cermin (disangga tempat sampah saja) di belakang CERIA saya.
2. Sangat disarankan membersihkan (kikis dengan cutter/obeng) dan menyemprot kontak socket lampu dengan WD*40 atau Contact Cleaner untuk mencegah oksidasi/karat. Jika berkarat, kontak tidak bagus, lampu Anda “kadang-kadang” mati.

mm

Baru kesampaian memiliki Ceria di 30 Juli 2017. Kondisi 2nd murah-meriah, dengan beberapa PR yang perlu di-optimasi. Kesempatan untuk belajar bertahap, dan mencicil biaya perbaikan pelan-pelan, daripada kredit Mobil Baru melibatkan bank/leasing/rentenir = dosa riba :[ ☹ Wallahu musta’an