Ebta Raka No Comments

Memasang Custom Filter Kabin/Eksternal AC

MEMASANG CUSTOM FILTER KABIN/EKSTERNAL AC

(Menghindari Biaya Bongkar Evaporator Kotor dan Isi Ulang Freon)

 

 

Daihatsu Ceria dan mobil-mobil lain yang diproduksi sebelum tahun 2000 umumnya tidak dilengkapi filter kabin. Akibatnya, evaporator menangkap sangat banyak kotoran berakumulasi yang menyebabkan AC menjadi bau dan kurang dingin (pendinginan oleh sirip-sirip evaporator menjadi tidak maksimal). Akibatnya diperlukan biaya lumayan untuk membongkar & membersihkan evaporator, diikuti vacuum, isi ulang  freon dan oli AC. Biaya dan kerepotan ini bisa dicegah, kalau kotoran sudah ditangkap dulu oleh tambahan filter :]

Credit to: om @Riskan Anselmo (CCI) dan om @Pak Qotir Hmid (CCI) atas inspirasi dari postingnya, tentang custom filter kabin dan external. Untuk tutorial ini memodifikasi dari posting fb.cci beliau, improve ukuran dan kerapatan agar filter 100% efektif.

Sebelum menambah custom filter, bersihkan dulu evaporator AC Mobil Ceria Anda. Caranya bisa dilihat di tutorial http://daihatsuceria.com/tips-dan-diy/diy-membersihkan-evaporator-agar-ac-kembali-dingin-dan-tidak-bau/

Harga filter (memakai filter kabin AYLA/AGYA) di bukalapak.cOm/tok*ped:

  • Bahan elemen kertas (putih): Rp 21,000 (merk SAKURA tipe CA-11330), Rp23,000 (Denso, Astra)
  • Bahan campur karbon (kelabu): Rp 65,000 (Denso, Sakura). kelebihan: menyaring bau dan polusi/racun.
  • Bahan fragrant (hijau): Rp 140,000 (Sakura, dll). kelebihan: semua yang di atas, tambah pewangi yang aman untuk AC.

 

Bandingkan biaya cuci evaporator, vacuum, isi freon & oli AC: sekitar Rp 250,000 – 300,000. Bahkan Anda bisa mendapat bonus saringan POLUSI! (Jika memakai tipe karbon).

 

 

Persiapan Alat dan Bahan

  1. Cabin Air Filter (Astra/Denso/Sakura). Ukuran paling kecil yang ada di pasaran sekitar 17cm x 17cm x 2cm, untuk Ayla/Agya.
  2. Beberapa lembar sponge (spons)
  3. Container plastik yang ukurannya paling mendekati dengan papan saluran intake kabin evaporator 12cm x 14cm. Tebal optimal 2.5cm – 3cm.

(Setelah berhari-hari mencari di toko-toko perabot, saya akhirnya memilih merk Lion*Star. Masih terlalu tebal sebenarnya, tapi tidak ketemu yang lebih cocok.)

Tadinya hendak membuat custom dari aluminium/logam. Tapi setelah ditimbang-timbang, agar tidak membahayakan keselamatan nyawa penumpang saya memilih plastik.

4. Double tape biasa (kertas)

5. Double tape Heavy duty (biasa perekatnya tebal, atau dilengkapi sponge) – dari toko bangunan/hardware (saya beli di toko serba 8,000 😀 )

6. Gunting

7. Paku, kompor, tang (untuk membuat lubang di plastik)

8. Lempengan plastik bekas cover CD/DVD (jika perlu saja, lihat Langkah #14)

 

 

Langkah Pembuatan

  1. Gunting filter (untuk intake eksternal) sekitar 16cm x 13cm. lebih lebar tidak masalah.
  2. Kendorkan rumah evaporator: Lepas mur no. 1,2 dan 3. Tidak perlu melepas rumah terlalu jauh, kita hanya perlu menarik ke bawah sekitar 2.5cm untuk menyisipkan filter.
  1. Sisipkan filter dengan rapi ke antara 2 lubang kotak rumah evaporator dengan atasnya (dinding kap). Pastikan tidak ada yang “tersangkut” atau “terbuka” agar filter efektif menangkap semua kotoran. Kencangkan kembali semua sekrup 1, 2, 3.

Catatan: Anda bisa improve dengan menambahkan kisi kawat baja, agar tidak ada kemungkinan tikus dan kecoa menyelinap ;D .

 

  1. Tes aliran AC Anda: angin harus lancar mengalir saat setting angin luar. Jika tidak, betulkan filter Anda, mungkin terlipat

 

Filter Kabin:

  1. Rencanakan posisi container/housing filter kabin Anda. Kontainer saya terlalu tebal, akibatnya ia kebetulan sesak di daerah sudut kabin. Jadi kontainer saya tidak saya rekatkan dengan heavy duty double tape (sementara sambil diawasi). Saya mengandalkan sesaknya himpitan sudut kabin yang kebetulan sekaligus memegang erat sang kontainer tebal.
  2. Gunting filter sesuai ukuran container. Usahakan bagian tepi keras filter tetap dipakai tanpa digunting. Bagian ini membantu filter berdiri tegak (saat nanti ditekan spons segel/seal)
  3. Gunting spon untuk segel tepi bawah (bentuk bingkai filter).
  1. Rekatkan dengan double sided tape kertas (hanya merekatkan spons, tidak perlu yang heavy duty)
  2. Lubangi bawah kontainer dengan kepala paku panas (saya pakai kompor, pegang ujung paku dengan tang, panaskan 5 detik dan tusukkan kepala paku ke kontainer).

Catatan:

  1. Kalau Anda mau, boleh juga buat lubang kotak besar seperti original lubang intake kabin. Tapi menurut saya ini “bahaya”: bisa dimasuki kecoa, cicak, tikus, jari anak yang merusak!
  2. Bisa juga Anda lubangi dengan bor. Tapi cara melelehkan lebih kuat, karena plastiknya menebal di tepi lelehan, tidak mudah pecah (kalau bor, menurut pengalaman saya mudah pecah hasil lubangnya, dan ternyata malah bergerigi kurang rapi (karena plastiknya tipis)).

 

  1. Tumpangkan filter di atas spons
  2. Tutup dengan spons yang sudah dilubang tengahnya (bagian pinggir yang ada spons-nya berguna mengkompres/menekan/menyegel filter agar tidak ada kebocoran dari samping). Angin akan lebih memilih lewat tengah filter yang rongganya jarang daripada spons yang tertekan/berongga padat. Syaratnya: spons lebih tebal dari bibir kontainer, jadi benar-benar terkompresi.
  1. Kalau container Anda cukup tipis, bisa masuk sudut kabin: pasang tutup container dan lubangi seperti bagian bawahnya dengan kepala paku panas juga.
  2. Ada bagian yang tidak bisa terjangkau container karena ketebalannya, jadi saya tutup/segel saja dengan lempengan plastik dan double sided tape. Lempengan plastik saya gergaji dari bekas cover CD/DVD.
  3. Rekatkan sponge dengan double sided tape kertas untuk menyegel sisi samping kontainer.
  4. Rekatkan bagian tutup kontainer dengan heavy duty double sided tape, atau untuk container yang terlalu tebal: himpitkan saja kontainer ke intake kabin.
  5. Uji nyalakan angin, pastikan angin lancar keluar saat posisi intake kabin. Jika tidak: periksa filter Anda, mungkin ada yang terlipat/tertutup.
  1. Pastikan, rasakan tidak boleh ada angin yang bocor dari tepi-tepi kontainer. Angin hanya boleh lewat lubang bawah saja!
  1. Periksa kebersihan kedua filter setiap 6 bulan sekali, atau kapan pun dirasa/terlihat kotor. Kondisi lingkungan yang berdebu/bertanah mungkin akan memerlukan pemeriksaan lebih sering.
  2. Selesai improvement tambahan custom filter Ceria :]

Salam Ceria, Tetap Ceria  ;]

 

 

mm

Baru kesampaian memiliki Ceria di 30 Juli 2017. Kondisi 2nd murah-meriah, dengan beberapa PR yang perlu di-optimasi. Kesempatan untuk belajar bertahap, dan mencicil biaya perbaikan pelan-pelan, daripada kredit Mobil Baru melibatkan bank/leasing/rentenir = dosa riba :[ ☹ Wallahu musta’an

Ebta Raka 3 Comments

DIY Membersihkan Evaporator Agar AC Kembali Dingin dan Tidak Bau

Credit to: om @Rico Budiono (CCI) atas bimbingannya, dan om @Arnold Jonathan (CCI) atas beberapa tulisannya menyangkut freon dan oli yang sangat berguna saya pelajari. Juga untuk om @Tommy A. Siregar (CCI), untuk pencerahan masalah vacuum. Terima kasih untuk para expert tersebut. Juga terima kasih ke para member grup CCI yang telah menyemangati :]

Satu “kekurangan” bawaan Daihatsu Ceria dan keumuman mobil lain di bawah tahun 2000 adalah ketiadaan “filter kabin” dan “filter intake angin external”. Akibat yang terjadi, evaporator super kotor. Untuk membersihkannya “terpaksa” harus membuka pipa freon. Ongkos vacum, isi kembali freon + oli pun menanti (di Pulau Batam ongkos yang saya bayar Rp 200,000). Sistem AC adalah “siklus tertutup” (closed loop cycle). Jika tidak ada kebocoran & pembongkaran sama sekali, kita tidak akan pernah perlu isi ulang freon seumur hidup mobil.

Jika ada filter tersebut, evaporator tidak sampai kotor. Jadi tidak perlu isi ulang freon + oli (kalau memang 100% tidak ada kebocoran ya ☺).

Beberapa mobil model baru telah dilengkapi filter kabin yang sekaligus memfilter angin external juga, karena tempatnya di pertemuan kedua saluran angin tersebut. Di Daihatsu Ceria, saya telah mencoba “mencari tempat yang optimal” agar butuh satu filter saja untuk kedua jalur tersebut, tapi sayangnya ruangan rumah evaporator terlalu sempit. Tempat tersebut tidak muat walaupun hanya “disisipkan” 1 filter “paling tipis” yang tebalnya sekitar 2cm. Saat switch intake angin diayun, filter tertabrak :] . kecuali Anda siap modif besar-besaran rumah evaporator tersebut :]

→ saya terus terang belum siap modifikasi terlalu ekstrim 😀 mengubah part bawaan.

Tutorial ini hanya mencakup membersihkan evaporator. Untuk pembuatan custom filter kabin dan external agar evaporator tidak kotor, nantikan tutorial berikutnya ya ☺

Persiapan Alat dan Bahan:

1. Kopi yang ueenaak tenann [es kopi lebih seru karena body bakal penuh peluh :]
2. Kunci sok 10mm (hex socket 10mm) yang sangat panjang (> 20 cm)
3. Set lengkap kunci pas
4. Plastik dan karet untuk menyumbat 3 pipa evaporator
5. Cairan Pembersih (Alkohol/Bensin/air keran kencang)
6. Ember bak cuci
7. Kuas dan sikat gigi bekas yang keras (jangan yang soft)
8. Kantong penampung semburan freon dan oli
9. Obeng minus lebar
10. Obeng minus kecil
11. Obeng plus besar panjang (>10cm)

Langkah Perawatan

1. Kalau ada thermometer, ukur dulu suhu yang keluar dari lubang AC (saya memakai thermometer aquarium yang saya punya)

2. Siapkan kantong plastik penampung semburan freon AC + oli untuk langkah 2.

3. Buka 2 pipa AC yang keluar dari dashboard dengan sepasang kunci pas: satu untuk menahan di bagian dinding dashboard (dari evaporator), satu untuk melepas (putar ke kiri). Segera tampung freon + oli agar tidak mengotori area lain.

4. Ungkit/lepas karet bushing pipa dengan obeng minus yang lebar. Jangan gunakan obeng kecil/runcing karena bisa merusak karet bushing.

5. Buka laci dashboard dengan menekan bagian kiri atas ke arah kanan untuk melepas kaitnya, kemudian tarik kunci kiri bawahnya ke bawah

6. Buka 2 baut dan 1 mur dengan kunci sok

7. Tarik rumah untuk melepas dari bautnya nomer 1 di gambar tadi.

8. Tarik rumah evaporator bagian kanan (untuk melepas joinan dengan rumah blower) ke kiri 2cm (posisi join di dekat baut #2)

9. Tarik untuk melepas rumah di sekitar baut #2 ke arah depan (arah Anda) untuk melepas pipa-pipa yang menancap dinding ruang mesin. Tarikan kurang lebih 5 cm: hingga semua pipa lepas dari dinding.

(Catatan:
CERIA BULAT: lepas sekrup dashboard kiri dalam dan lepas sekrup accessories/tape untuk mempermudah proses menarik evaporator ini. Kalau sekrup dashboard dan tape lepas, dashboard bisa “didorong melenting ke depan” sehingga tidak menghalangi gerakan evaporator. Cara membuka sekrup dashboard ada di sini: http://daihatsuceria.com/tips-dan-diy/diy-memperbaiki-aliran-ac/

CERIA KOTAK: tidak perlu buka sekrup dashboard dan tape :]

10. Lepas konektor-konektor kabel AC. Buka sekrup & kabel klep intake, Tarik seluruh rumah evaporator ke bawah dashboard untuk mengeluarkan

11. Ungkit/buka 5 klip baja rumah evaporator dengan obeng minus kecil dan buka 4 sekrup dengan obeng plus panjang besar

12. Angkat evaporator. Sumbat/segel pipa-pipa (lingkaran merah di gambar atas) dengan plastik & karet (atau semacamnya) agar tidak dimasuki aneka kotoran dan cairan pembersih selama proses pembersihan.

13. Mulai langkah utama: bersihkan dengan kuas, sikat, dan Cairan Pembersih (Alkohol/Bensin/air keran kencang) yang tidak merusak pipa pipih aluminium!

Catatan:
a. Blok circuit kontrol elektronik tidak boleh basah kena air (kalau saya, saya lepas dulu PCB-nya). Kalau terlanjur basah, segera keringkan :]


b. Pipa pipih evaporator tidak boleh menjadi bocor karena aktifitas pembersihan!
c. Kisi-kisi evaporator sebaiknya tetap di bentuk semula. Jika terdorong karena sikat/pembersihan, setelah selesai cuci: dorong semua kembali agar hisapan angin tidak terganggu (bisa memakai obeng minus kecil).
d. Cuci bersih dan bilas. Saya menggunakan ember bak, bensin pertalite (bebas timbal)+kuas+sikat dan air keran kencang untuk proses pencucian.

14. Sekalian juga bersihkan rumah evaporator.

15. Bersihkan juga debu area dekat intake kabin dengan tisu/kain lembab, karena daerah sini yang dihisap :]

16. Kembalikan semua seperti semula :]

17. Datangi spesialis AC, minta:
a. vacuum,
b. isi freon (tipe R134 yang tidak merusak ozon),
c. isi oli,
d. periksa kebocoran (tekanan)
e. periksa suhu

18. Selesai. Bandingkan suhu kedinginan AC Anda sebelum dan sesudah pembersihan evaporator :]

Nantikan juga tutorial memasang custom filter kabin AC dan filter external AC :]

Salam Ceria, Tetap Ceria ;]

mm

Baru kesampaian memiliki Ceria di 30 Juli 2017. Kondisi 2nd murah-meriah, dengan beberapa PR yang perlu di-optimasi. Kesempatan untuk belajar bertahap, dan mencicil biaya perbaikan pelan-pelan, daripada kredit Mobil Baru melibatkan bank/leasing/rentenir = dosa riba :[ ☹ Wallahu musta’an

Ebta Raka 2 Comments

DIY Alternatif Mensiasati Lampu LED Belakang Error

Cara yang pada prinsipnya sama dengan cara agan @Andre Lukmana (http://daihatsuceria.com/tips-dan-diy/diy-led-lampu-rem-belakang-error).
Hanya saja diode dipasang di dalam body lampu LED agar rapi dan kuat. (Kerugiannya, saat Anda perlu ganti LED, modif ini perlu dilakukan lagi ke LED penggantinya ☺)

Persiapan Alat dan Bahan:

1. Solder & Timah + Skill menyolder ☺
2. Optional: Solder sucker (penyedot timah panas)
3. Tang potong
4. Cutter/kikir/amplas
5. 4 butir Diode 1 ampere untuk 2 lampu LED (bisa Diode 1N4001,2,3,..7)
6. Anti karat semacam WD*40 atau yang lebih baik: Contact Cleaner

Langkah Kerja:

1. Tipiskan solderan untuk melepas sambungan PCB dengan fitting lampu (atau gunakan solder sucker: menurut saya cara menipiskan lebih praktis). Setelah tipis, potong lapisan solder dengan cutter untuk melepas.

2. Panaskan solderan di 2 kaki lampu sambil menarik PCB-nya supaya lepas. Besarkan lubang di kaki tersebut (dengan mata solder) agar nanti mudah dimasuki kembali.

3. Setelah terbuka, tandai kaki sehubungan dengan resistornya (jika tidak ditandai dan terbalik, nanti malah terbalik lampu malam Anda yang lebih terang, lampu rem redup).
Yang saya praktikkan, yang dapat resistor 150Ω saya gores “L” di body fittingnya.

4. Potong kaki diode secukupnya (muat dalam body fitting lampu), kikis kaki-kakinya dengan cutter/amplas/kikir agar bersih.
Kikis sampai terlihat warna tembaganya.
Pengalaman saya beli diode, kakinya selalu oksidasi → menyebabkan timah solder susah menempel.

5. Solderkan Diode secara seri dengan Resistor. Saya lebih suka Diode dulu yang menempel ke PCB, dengan 2 keuntungan berikut:
a. Kaki Diode lebih tebal, jadi kuat dan aman untuk memegang Resistor (tidak mudah lepas/goyang.
b. Kaki Resistor tipis, nantinya lebih mudah masuk lubang kaki-kaki fitting dibanding kaki Diode :]

Perhatikan:
a. tanda garis “silver” diode menghadap PCB semua. Kalau terbalik, LED Anda tidak menyala.
b. Solderan harus rapi, kuat (tandanya mengkilat seperti contoh saya ini ☺). Solderan yang tidak rapi dan kuat bisa memicu korslet > sekring putus.

6. Masukkan kaki resistor kembali ke kaki body fitting, ingat tanda-nya (langkah 3 di atas) agar tidak tertukar.

7. Solderkan kembali kedua kaki fitting dengan resistornya. Kemudian solderkan body fitting ke PCB. Kualitas solderan Anda juga harus rapi dan kuat, tandanya mengkilat seperti contoh saya :]
Solderan bagian kaki agak saya “pertebal” karena sering kejadian lampu mati hanya karena kontak yang menipis pada kaki-kaki ini.

8. Selesai, tinggal coba :]

TIPS:

1. Saya mencoba nyala lampu-lampu dengan mendirikan cermin (disangga tempat sampah saja) di belakang CERIA saya.
2. Sangat disarankan membersihkan (kikis dengan cutter/obeng) dan menyemprot kontak socket lampu dengan WD*40 atau Contact Cleaner untuk mencegah oksidasi/karat. Jika berkarat, kontak tidak bagus, lampu Anda “kadang-kadang” mati.

mm

Baru kesampaian memiliki Ceria di 30 Juli 2017. Kondisi 2nd murah-meriah, dengan beberapa PR yang perlu di-optimasi. Kesempatan untuk belajar bertahap, dan mencicil biaya perbaikan pelan-pelan, daripada kredit Mobil Baru melibatkan bank/leasing/rentenir = dosa riba :[ ☹ Wallahu musta’an

Ebta Raka No Comments

DIY Memperbaiki Aliran AC

Kasus AC yang hendak diperbaiki kali ini adalah aliran AC yang mampet.
Angin dingin keluar dari kaki dan kaca depan (windscreen), tapi tidak mau keluar dari dashboard, atau hanya keluar sedikit saja.
Jika kejadiannya seperti ini, biasanya masalahnya adalah klep pembelok aliran tidak bergerak (macet).

Persiapan Alat dan Bahan:

1. Obeng plus pendek
2. Kunci pas 10 (=socket 10mm)
3. Kunci pas 19 (=socket 19mm)
4. Kuas, sikat, vacum cleaner, atau angin kompresor untuk bersih-bersih

Langkah Perbaikan:

Catatan: sangat disarankan mem-foto setiap bagian yang hendak dibongkar, agar nanti ingat di posisi mana harus mengembalikan sekrup/part.

1. Lepas Roda Setir (Steering Wheel):

a. Cari 1 sekrup di bagian belakang setir, buka dengan obeng (+)

b. Ungkit penutup klakson setir depan dengan tangan saja ke atas (ke arah Anda)
Buka mur setir di tengah-tengah dengan kunci pas/soket 19mm

2. Lepas Kotak Setir (di belakang roda setir).

a. Di bagian bawah kotak ini ada beberapa sekrup. Buka dengan obeng (+).
b. Lepas juga modul yang berisi tuas sein dan wiper (angkat ke arah Anda).

3. Lepas Speedometer/Panel Instrumen
Cukup melepas cover (2 sekrup + tarik ke arah Anda), modul instrumen (3 sekrup) dan konektornya agar tidak menghalangi pelepasan dashboard.
Cara lengkap melepas panel instrumen sudah dibahas di tutorial berikut:
http://daihatsuceria.com/tips-dan-diy/diy-odometer-terpotong-cerbul/

4. Buka Dashboard
a. Lepas konektor wiper belakang


b. Tarik cover dashboard accessories ke arah Anda
c. Lepas konektor lighter
d. Buka sekrup accessories (7pcs)


e. Buka 3 sekrup atas (dekat kaca depan)


f. Buka 2 sekrup dalam (bisa dengan obeng (+) pendek atau kunci pas 10mm), caranya dengan intip dari bawah dashboard. Anda mungkin perlu jungkir balik di tahap ini ☺ (saya juga demikian 😀 )


g. Tarik dashboard ke arah anda “perlahan-lahan”. Sambil melepasnya, “perhatikan” tiap sambungan ducting (perpipaan aliran AC). Nantinya Anda harus “tepat” mengembalikan ducting ini ke pasangannya agar tidak ada angin AC keluar dari kebocoran sambungan ducting.
h. Kelima sekrup di atas sebenarnya untuk melepas 5 mounting dashboard ini:

5. Periksa pergerakan “klep angin AC” dengan sambil memutar/menggeser switch arah angin AC:

6. Jika tidak bisa membuka, periksa apakah ada mekanisme yang menghambat pergerakan?
a. Kasus yang terjadi di ceria milik salah satu anggota CCI: klep terganjal suatu bongkahan, sehingga tidak mau membuka. Perbaikan: hilangkan bongkahan ☺.
b. Di ceria saya, kait kabel switch terlepas dari switch


c. Kemungkinan lain, “kawat transfer berulir” lepas dari kait ulirnya (dratnya), atau ada yang mengganggu pergerakan “kawat transfer” tersebut. “Kawat transfer” ini seharusnya ikut mengayun saat ditarik oleh “kabel switch.”
Kemudian “kait berulir” seharusnya ikut mengayun, sehingga bisa membuka-tutup klep.

Perbaikan: Cari benda apapun yang mengganggu pergerakan, atau mekanisme yang lepas dari ayunan-ayunan tersebut.

7. Setelah klep sukses bisa membuka, silakan tes nyalakan mesin dan nyalakan AC. Atur switch arah angin AC ke depan dashboard. Seharusnya saat klep terlihat membuka, angin dingin keluar ☺
8. Mumpung dashboard dalam kondisi cerai-berai, kesempatan baik untuk “aksi bersih-bersih” :]
9. Tutup kembali dashboard, pasangkan kembali semua ducting dengan tepat (harus pas ke pasangannya agar angin AC tidak bocor-bocor di persambungan)
10. Catatan: jangan ada sekrup lebih :]

mm

Baru kesampaian memiliki Ceria di 30 Juli 2017. Kondisi 2nd murah-meriah, dengan beberapa PR yang perlu di-optimasi. Kesempatan untuk belajar bertahap, dan mencicil biaya perbaikan pelan-pelan, daripada kredit Mobil Baru melibatkan bank/leasing/rentenir = dosa riba :[ ☹ Wallahu musta’an

Ebta Raka No Comments

DIY Memperbaiki Pemantik Api yang Mati

Membeli mobil yang “berumur” memiliki beberapa kekurangan, di antaranya adalah part-part yang “menua”. Pada bagian kelistrikan, biasanya hanya kerusakan sederhana di bagian koneksi, yaitu koneksi longgar, berkarat/oksidasi, atau kabel yang keropos (oleh terpaan panas, kelembaban).

Tutorial berikut adalah contoh perbaikan pemantik api yang mati. Efeknya, USB Charger yang ditancapkan ke pemantik pun tidak mau menyala:

Persiapan Alat dan Bahan:

1. Multimeter (Voltmeter dan Ohmmeter)
2. Tang
3. Cutter/kikir
4. Contact Cleaner atau anti karat semprot semacam WD*40

Langkah Perbaikan:

1. Ukur tegangan pada terminal (+) dan (-) pemantik dengan voltmeter. Normalnya di atas 12V.


a. Jika 0V, kemungkinan ada perkabelan atau koneksi yang lepas. Ukur hambatan antara kedua terminal tersebut. Hambatan harus di atas 100 K Ohms, atau oL (no connection, tidak boleh korslet/short circuit). Jika korslet, cari letak “persambungan liar yang menyebabkan korslet” dan putuskan, kemudian ganti sekringnya setelah persambungan liar (korslet) diputus.

b. Jika kurang dari 12V, kemungkinan karena karat (oksidasi) pada terminal sambungan. Contoh yang saya miliki hanyalah 9V yang tidak cukup untuk menyalakan charger USB.

2. Cabut dan ukur tegangan pada konektor di belakang pemantik. Jika > 12V, berarti tegangan hingga konektor tersebut baik. Letak kerusakan adalah pada pemantik setelah konektor.

3. Lepaskan panel cover tempat pemantik dengan mencabutnya lurus ke depan:

4. Ukur sambungan terminal:

a. Ukur sambungan terminal (-) ke body pemantik dengan Ohmmeter. Hambatannya harus kurang dari 3 Ohms.

b. Ukur sambungan terminal (+) ke sekrup (terminal) tengah pemantik dengan Ohmmeter. Hambatannya harus kurang dari 3 Ohms.

c. Jika ada dari terminal di atas hambatan tinggi, berarti “kerusakan” ada di terminal tersebut. Contoh pada kasus saya hambatan dari terminal (+) ke sekrup tengah berubah-ubah antara 17 ~ 150 Ohms. Ini artinya ada koneksi yang kurang bagus.

d. Lacak tiap sambungan dengan Ohmmeter, di mana letak hambatan bermasalahnya:

5. Setelah ditemukan letak hambatan besar, perbaiki koneksi di tempat tersebut dengan cara: buka, kerik permukaan kontak logamnya dengan cutter atau kikir dari karat/oksidasi.

6. Kencangkan kembali dengan tang

7. Semprotkan Contact Cleaner/anti karat WD*40 untuk mencegah karat timbul kembali. Tidak perlu dilap.

8. Ukur lagi hambatan pada lokasi “terdakwa” untuk memastikan sudah di bawah 3 Ohm.

9. Ukur juga hambatan antara (+) dan (-). Tidak boleh ada korslet/short circuit (hambatan harus di atas 100 Kilo Ohms, atau oL (no connection)).

10. Pasang kembali, periksa fungsi:

Semoga bermanfaat

mm

Baru kesampaian memiliki Ceria di 30 Juli 2017. Kondisi 2nd murah-meriah, dengan beberapa PR yang perlu di-optimasi. Kesempatan untuk belajar bertahap, dan mencicil biaya perbaikan pelan-pelan, daripada kredit Mobil Baru melibatkan bank/leasing/rentenir = dosa riba :[ ☹ Wallahu musta’an